PEMIMPIN : Pertanda Kedudukan Tanpa Adanya Kelayakan
Pemimpin
: Sekadar Prestise di Masa Kini
Mendengar kata pemimpin yang sering dibicarakan disekitar
saya terkadang membuat saya berpikir. Bukan hanya sekali atau dua kali, tapi
berulang-ulang kali. Pemimpin sekarang ini terkesan dicari, bukan mencari.
Banyak kalangan yang melakukan segala hal yang ia bisa untuk mendapatkan title itu. Suap, politik kolusi, nepotisme,
dan lain sebagainya yang sering terjadi di pemerintahan atau organisasi-organisasi
politik untuk mendapatkannya. Bukan hal yang perlu ditutupi, masyarakat pun
mengetahuinya, dan hal itu menjadi suatu yang biasa. Bukan hanya terjadi di
pemerintahan dalam lingkup Negara, tapi juga banyak terjadi dalam lingkup yang
lebih kecil.
Pemimpin hakikatnya adalah seorang pelayan, yang melayani setulus hati. Namun hakikat pemimpin di zaman sekarang berubah lebih kepada arti penguasa. Pemimpin diartikan orang yang terbaik di bidang tersebut, padahal kriteria nomor satu pemimpin bukan yang terbaik, tapi yang tulus mengayomi, amanah dan dapat dengan adil menempatkan sesuatu sesuai porsinya.
Menjadi pemimpin banyak menjadi idaman, padahal menjadi pemimpin itu bukan suatu kebanggaan, tapi suatu amanah yang dapat menjadi bencana. Tentu bencana itu terjadi jika pemimpin itu tidak mengetahui perannya sebagai pemimpin yang hakiki. Amanah adalah hal pertama yang harus di miliki seorang pemimpin, bukan kekayaan atau status.
Title pemimpin sekarang terkesan dicari untuk prestise diri. Seseorang yang menjadi pemimpin terkesan hebat, keren, dan pujian – pujian lain. Padahal perlu diingat pemimpin itu bukan hanya dipertanggungjawabkan di dunia tapi juga nanti dihadapan sang pencipta. Mendengar kata pemimpin yang ditunjukkan untuk diri kita, seharusnya kita takut dengan amanah besar yang akan kita pegang tersebut. Bukan tersenyum senang, tapi mengevaluasi diri sendiri apa sudah siap dengan segala konsekuensinya di dunia juga di akhirat kelak.
Ingatlah, apabila ditawarkan kepadamu kata pemimpin, berpikirlah secara mendalam sebelum keluar kata kesanggupan dari mulutmu. Karena pemimpin itu bukan hanya sebuah prestise, tapi sebuah amanah yang juga akan kamu pertanggungjawabkan kelak di akhirat. Ini juga bukan hanya tentang dirimu, tapi tentang orang-orang yang akan kau pimpin. Dapatkah kau menempatkan mereka sesuai dengan kebutuhan atau tidak, dapatkah kau mengayomi mereka atau tidak.. Ini bukan soal kesiapan kamu untuk memimpin, tapi untuk melayani dengan setulus hati. Pemimpin bukan penguasa, tapi seorang pelayan. Pemimpin bukan yang terbaik, tapi yang terpercaya. Pemimpin bukan berarti kalian lebih diatas dari yang dipimpin. Pemimpin bukan yang terbanyak berbicara, tapi yang diam mengamati dan berbicara di saat yang benar-benar diperlukan. Tetaplah rendah hati dan ikutilah ilmu padi, yang semakin merunduk semakin berisi.
Komentar
Posting Komentar