Mari berbicara tentang mimpi yang tak tercapai
Mari mensyukuri impian-impian yang tidak tercapai, itu yang membawa kita ke titik ini, ke titik yang paling baik bagi kita saat ini.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
Allah lah sebaik-baiknya yang tahu tentang apa yang paling baik bagi kita, jadi mungkin tidak terkabulnya mimpi kita adalah cara tuhan menjaga kita, entah dari kesombongan yang tidak terlihat, kemampuan yang memang tidak kita kuasai, dan sebagainya.
Mari bersyukur atas segala kegagalan yang kita rasakan, semua hal itu membentuk kita menjadi pribadi yang sekarang ini.
Selamat pagi, mba Putri. Saya Ozka dari European Higher Education Fair (EHEF), pameran pendidikan untuk negara untuk negara Uni Eropa. Bolehkah saya minta alamat email untuk berkomunikasi lebih lanjut. Saya bisa dihubungi di beriozka@ehef.id . Terima kasih.
BalasHapusSelamat Pagi. Terimakasih atas emailnya. Jika ada yg ingin ditanyakan bisa melalui email risty.khoirunisa@gmail.com
BalasHapus