Kasih Sayang Allah

Pernah kepikir enggak sih kalau Allah itu sayang banget sama kamu?

Pas kamu lagi ada masalah, ada orang baik yang memberi nasihat. Bahkan kadang seseorang yang belum begitu kamu kenal bisa memberikan nasihat yang berarti untukmu. Tentu saja, itu karena Allah yang berkenan mengetuk hatinya untuk memberikanmu nasihat. Saat kamu sedang sedih, tiba-tiba ada satu dua orang yang menyapa bertanya kabar, atau contoh lain saat kamu sedang futur, muncul postingan-postingan sosial media yang mengingatkan. Itu apa kalau bukan bukti Allah sayang?

Sifat Arrahman Arrahim nya Allah engga pandang bulu lho, mau siapapun kita, dari belahan dunia mana, mau dari suku apa, Allah tetap sayang. Allah tetep kasih rejeki. Sayangnya kita aja yang enggak peka, coba hitung udah berapa banyak kebaikan yang Allah kasih, bahkan tanpa kamu minta? Kitanya aja yang sukanya ngeluh pas susah tanpa melihat apa yang udah diberikan Allah ke kita. Kitanya aja yang suka hitung-hitungan sama Allah, padahal Allah engga pernah hitung-hitungan sama kita. Mau kita sholat apa enggak, Allah engga ada untungnya lho, justru kita yang rugi. Batin kita yang tersiksa kalau kita enggak sholat. Pernah dengar enggak kisah seorang ahli Ibadah yang sudah ratusan tahun (kalo enggak salah 500 tahun) hanya beribadah di Gua? dan saat ahli ibadah itu meninggal, Allah masukkan ia ke surganya atas rahmatnya. Si ahli ibadah kemudian bertanya, Ya Allah lalu bagaimana dengan amalanku, lalu Allah menjawab dengan hal yang sama, "Masukkan orang ini ke surga atas Rahmat-Ku". Dari cerita ini kita bisa ambil kesimpulan, bahwa amalan kita engga berarti apa-apa buat Allah. Bukan berarti kita jadi beribadah sekenanya ya, karena hari pembalasan tetap ada. Tapi yang mau digarisbawahi disini adalah kasih sayang Allah (Ar-rahman) itu sangatlah besar. 

Terus kalau kita dapet musibah itu juga tanda nya Allah sayang sama kita, Allah mencoba mengingatkan kita kalo udah mulai lupa sama kodrat kita yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya (Adzzariyat : 56). Kita manusia kan sukanya lupa ya kalau udah dikasih yang enak-enak terus mesti dikasih sengatan sedikit kadang supaya kembali ke jalan yang seharusnya. Atau bisa jadi musibah itu sebagai bentuk ujian kenaikan level untuk keimanan kita.

Kalau doa enggak dikabul-kabulkan? itu juga tanda kalau Allah sayang kita. Allah mau kita terus mendekat sama Allah dengan doa-doa itu. Allah kangen kita makanya Allah enggak kabulkan dulu supaya kita punya alasan untuk mendekat, dan bisa saja ada rencana dari Allah yang pastinya lebih baik dari apa yang kita mau.

Intinya adalah apapun yang terjadi dalam kehidupan itu adalah bentuk kasih sayang Allah ke kita. Kita manusia harus husnudzhan sama Allah untuk apapun takdir yang kita temukan di kehidupan kita, baik atau buruk. Kasih sayang Allah, bahkan lebih besar dari kasih sayang seorang Ibu ke Anaknya, jadi apa yang kita ragukan? Yuk selalu berhusnudzan sama Allah atas apapun yang terjadi :)


Komentar

Postingan Populer