Pendamping Hidup Terbaik
Tulisan ini berangkat dari diskusi dengan seorang teman tentang bagaimana memilih pendamping hidup yang terbaik. Pertanyaan yang selalu terlintas apalagi menginjak usia dua puluhan. Pertanyaan yang baru dipikirkan secara seksama saat datang seseorang menawarkan untuk menggenapkan agama. Bersama. Mempertimbangkan segala hal, kelebihan, kekurangan, visi misi dan sebagainya membuatku bertanya kembali, tentang apa artinya itu semua jika tujuan kita hidup di dunia hanya sementara.
Seseorang pernah berkata kita harus mencari partner yang baik agar bisa mengarungi hidup dengan segala problematikanya. Namun sekali lagi, bukankah sejak lahir kita sudah punya itu? Bukankah Allah selalu bersama kita, menemani dan mendampingi kita saat senang maupun sedih. Yang jadi masalah adalah kita terlalu abai untuk merasakan kebersamaan Allah dalam hidup kita. Kita tidak pernah merasakannya karena kita terlalu sibuk mencari itu semua pada manusia. Berapa kali kita kecewa saat menggantungkan sesuatu pada manusia?
If we were seeking company from human, when they leave us, we can be insane instantly. Ada sebuah cerita mengenai seseorang lelaki yang memutuskan bunuh diri karena ditinggal istrinya, saking cintanya dia tidak bisa hidup tanpanya, atau remaja yang gantung diri karena pacarnya selingkuh. Yah mungkin enggak se-ekstrem itu, tapi bisa jadi kita akan sedih berkepanjangan.
Jadi sebenarnya kita tidak perlu mencari pendamping terbaik, karena sejatinya kita sudah memilikinya. Allah yang selalu ada kapanpun dimanapun, baik senang maupun sedih. Allah yang selalu mengerti apa yang terbaik dari masalah-masalah kita. Tapi kita saja yang tidak pernah sadar karena kita terlalu sibuk mencarinya pada manusia.
Life is always full of the wrong things, that is why we need the right company for getting through it. However, before we seek it in people, let just realize that we all already have it from the very first time.
Komentar
Posting Komentar