Hubungan orang Dewasa

Hubungan orang dewasa itu runyam, rumit sekali. Kalau diulir mungkin tidak ada habisnya perkara yang timbul. Suka atau tidak, semua pun akan mengalaminya. Orang bilang wajarlah, anggap saja sebagai pendewasaan diri. Ini alasan mengapa semakin bertambah umur, semakin malas berinteraksi dengan orang-orang, kecuali orang yang sudah dikenal baik. Keluarga sendiri saja sudah banyak masalah, buat apa mengurusi orang lain?

Sayang seribu sayang, umur kadangkala tidak berbanding lurus dengan kedewasaan, orang-orang seperti inilah yang menambah masalah kehidupan, yang memperumit benang kehidupan. Kadang, memaksa anak-anak yang belum seharusnya dewasa, mau tidak mau, menjadi dewasa akibat tempaan kehidupan. Kadang memaksa satu orang yang dianggap 'tetua' atau 'kepala' untuk menanggung semua masalah, bukan dipikirkan bersama solusinya. Apa sih susahnya duduk, membuang ego dan saling meringankan beban masing-masing?

Mungkin benar manusia adalah makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal dan pikiran, tapi sayangnya ego kerap kali membunuh akal. Emosi kalah dengan logika, yang akhirnya memperburuk suasana, memperburuk hubungan. Kalau sudah begini, mau menyalahkan siapa?

Memaafkan seseorang mungkin terdengar mudah, namun melupakan segalanya tidak pernah sesimpel itu. Memori cukup lama tersimpan dalam otak manusia, bahkan bisa memberikan trauma. Karena sebuah ego, akhirnya rusaklah semua hubungan, lalu siapa yang kemudian menyesal?

Dewasa itu rumit sekali, mengapa menjadi orang dewasa itu rumit sekali? mengapa mengalahkan ego menjadi sesuatu yang amat sulit? Mengapa justru anak-anak malah lebih jujur akan perasaannya sendiri ketimbang orang dewasa? 

Apa arti dewasa seperti itu? Menutupi perasaan demi sebuah ego? Mengalah demi suatu hubungan? Apa tidak lelah hidup seperti itu? 

Komentar

Postingan Populer