Belajar dari Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah
Okay I need to study, but I want to write this now before study begins again. Writing somehow become my stop to fill myself, to start doing the routine again after being exhausted for a while.
Suatu hari aku mendengarkan kajian Ust Hanan Attaki sambil belajar, I don't know the title but it's on Youtube. Sampailah pada kisah Nabi Muhammad SAW yang memilih untuk Hijrah bersama Abu Bakar.
Sejujurnya aku tidak pernah terbesit dengan pertanyaan ini sampai aku mendengar kajian ini. This is the question from UHA that startled me and stopped me for a while for writing essay, "Kenapa Nabi Muhammad SAW memilih pergi hijrah dengan Abu Bakar saat itu? Disaat ada Umar bin Khattab yang kuat dan gagah berani atau Hamzah, pamannya yang juga petarung yang tangguh?"
Pernahkah kalian berpikir kenapa Nabi Muhammad SAW memilih pergi dengan Abu Bakar yang saat itu tidak memiliki pengaruh apapun di kalangan Quraisy di Mekkah, yang miskin karena seluruh hartanya disumbangkan untuk mendukung kemajuan Islam dan perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW, yang lemah dibandingkan Umar bin Khattab, Hamzah atau Khalid bin Walid, yang bahkan kafilahnya (suku) adalah kafilah terlemah di Mekkah?
Jika Rasulullah Hijrah dengan Umar bin Khattab tidak mungkin ada yang berani untuk mengejar Nabi untuk membunuhNya. Bahkan saat Umar bin Khattab berniat hijrah ke Madinah, beliau membuat pengumuman, bila ingin menghalaunya, beliau tunggu di suatu bukit, dan tentu saja tidak ada yang berani datang untuk menghalaunya.
Jawaban dari UHA saat itu adalah karena Abu Bakar yang paling sholeh diantara sahabat nabi yang lain. Tentu saja akan lebih menguntungkan jika Rasul hijrah bersama Umar yang ditakuti oleh masyarakat Quraisy, atau Hamzah, Pamannya yang perkasa. Tapi tentu saja tidak akan ada yang mengalahkan seseorang yang ditemani oleh Allah SWT, pemilik langit dan bumi beserta isinya, karenanya Rasulullah memilih Hijrah dengan Abu Bakar As-Shiddiq, Seseorang yang selalu membenarkan perkataan Rasul, seseorang yang pertama kali masuk islam dan menyerahkan seluruh hartanya untuk membantu Islam. Tentu saja mereka tidak perlu takut siapa yang akan membantu mereka jika dikejar-kejar musuh karena Allah akan membantu mereka. Bahkan saat Abu Bakar khawatir dengan keselamatan Nabi saat pasukan kafir Quraisy mendekat, beliau berkata, “Abu Bakar, jika kau menduga kalau kita hanya berdua, ketiganya adalah Allah. Jangan bersedih, Allah bersama kita”. Karenanya Nabi Muhammad SAW memilih pergi berhijrah dengan Abu Bakar yang kadar kesholehannya paling tinggi diantara sahabat nabi lainnya. Tidak heran sampai-sampai Umar bin al-Khattab menyifati keimanan Abu Bakar dengan permisalan yang sangat luar biasa. Umar mengatakan, “Seandainya ditimbang iman Abu Bakar dengan iman seluruh penduduk bumi, niscaya lebih berat iman Abu Bakar.” (as-Sunnah, Jilid 1 hal. 378).
Abu Bakar begitu sayangnya beliau dengan Rasulullah, sampai pada saat bersembunyi di Gua Tsur, Abu bBakar menggunakan bajunya untuk membersihkan gua dan menjadikannya alas untuk Rasul. Pada saat beliau membersihkan dan memindahkan batu-batuan agar tidak mengganggu tidur Nabi, seekor ular yang merasa terusik menggigit kaki beliau, tetapi Masya Allah, beliau sama sekali tidak berteriak dan menahan sakit sembari mempersilakan Rasul untuk tidur dan beristirahat. Abu Bakar berusaha untuk tidur tetapi sakit akibat bisa ular tersebut membuatnya tidak bisa menahan air mata dan akhirnya menangis, jatuhlah air matanya ke wajah Nabi karena saat itu Nabi tidur diatas pangkuan Abu Bakar, betapa baiknya Abu Bakar, dan betapa pula sayangnya beliau dengan Nabi. Nabi terbangun dan bertanya ada apa, lalu Abu Bakar bercerita, dan Nabi bertanya "Kenapa engkau tidak mengatakannya padaku?", Abu Bakar terdiam lalu berkata, "Aku takut membangunkanmu Ya Rasul". Sungguh betapa sayangnya Abu Bakar dengan Nabi. Pada saat Nabi datang ke rumah Abu Bakar dan meminta beliau menemaninya berhijrah, Abu Bakar RA sampai menangis saking bahagianya dan langsung mempersiapkan semuanya, mulai dari susu hingga kuda terbaiknya. Padahal beliau mengetahui Hijrah dengan Nabi akan membahayakan jiwa raganya.
Begitu juga Rasulullah yang begitu sayangnya pada Abu Bakar, seperti pada hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, "Amr bin Al Ash R.A bertanya kepada Nabi, "Siapa orang yang engkau cintai?, Rasulullah menjawab: Aisyah, Aku bertanya lagi : Kalau laki-laki, beliau menjawab : Ayahnya Aisyah (Abu Bakar)" (HR Muslim). Rasul meminta Abu Bakar untuk menemainya berhijrah juga karena Rasul mencintai Abu Bakar. Nabi meminta Abu Bakar menemaninya agar bisa menenangkannya di kala beliau khawatir karena beliau tahu bahwa hijrahNya beliau akan menggerakkan kaum kafir quraisy. Abu Bakar selalu menjadi support system Nabi Muhammad yang kuat selain Khadijah di masa-masa perjuangan dakwah islam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar juga bertahan di Mekkah walau sudah ada perintah Hijrah karena Nabi Muhammad masih berada di Mekkah, sebegitunya beliau mencintai Nabi sehingga ingin selalu berada di sisinya, di Madinah ataupun Mekkah.
Begitu juga Rasulullah yang begitu sayangnya pada Abu Bakar, seperti pada hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, "Amr bin Al Ash R.A bertanya kepada Nabi, "Siapa orang yang engkau cintai?, Rasulullah menjawab: Aisyah, Aku bertanya lagi : Kalau laki-laki, beliau menjawab : Ayahnya Aisyah (Abu Bakar)" (HR Muslim). Rasul meminta Abu Bakar untuk menemainya berhijrah juga karena Rasul mencintai Abu Bakar. Nabi meminta Abu Bakar menemaninya agar bisa menenangkannya di kala beliau khawatir karena beliau tahu bahwa hijrahNya beliau akan menggerakkan kaum kafir quraisy. Abu Bakar selalu menjadi support system Nabi Muhammad yang kuat selain Khadijah di masa-masa perjuangan dakwah islam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar juga bertahan di Mekkah walau sudah ada perintah Hijrah karena Nabi Muhammad masih berada di Mekkah, sebegitunya beliau mencintai Nabi sehingga ingin selalu berada di sisinya, di Madinah ataupun Mekkah.
Kisah mereka berhijrah secara lengkapnya bisa dibaca di Al-Quran, bagaimana Allah membuatkan sarang laba-laba, juga burung yang mengerami sarangnya, dan pohon perdu di pintu gua sehingga para kafir quraisy yang mengejar tidak masuk ke Gua karena mengira tidak ada orang yang mungkin memasukinya. Cuplikan peristiwa hijrah terjadi di Gua Tsur tersebut diabadikan Allah dalam Alquran surah al-Anfal ayat 30: “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
Sedangkan peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar selama dalam gua diabadikan dalam Alquran surah at-Taubah ayat 40: “Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika berada dalam gua, di waktu dia berkata pada temannya; “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.”
“Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Intinya adalah punya teman yang sholeh itu penting banget untuk kita, untuk menjadi penenang di kala kita gundah gulana, untuk menjadi pendukung pada apa yang kita lakukan seperti Abu Bakar yang selalu membenarkan perkataan Rasulullah dan mendukungnya dengan segenap jiwa, bahkan memberikan hartanya untuk mendukung perjuangannya.
Kita harus bisa memilih teman sholeh dan sholehah yang bisa menemani kehidupan kita dan menjadi salah satu support system kita, seperti halnya Nabi Muhammad SAW dengan Abu Bakar RA.
By the way, buat yang baca kalau ada yang tahu buku tentang sirah Abu Bakar yang lengkap bisa beritahu aku yaa. Sirah Nabawiyah dan 4 wanita penghuni surga (Khadijah, Aisyah, Asiyah, Maryam) sudah banyak beredar, tapi kalau sahabat nabi yang lain sepertinya belum banyak. Kalau ada yang tahu buku tentang Abu Bakar, atau Umar please tell me!
Now off to study. See you again~
Komentar
Posting Komentar