Selalu ada alasan untuk sesuatu

Karena sudah saatnya melepas penat, maka mari kita menulis :)

Mulai minggu ini diriku mulai exam period, di Hungaria, atau mungkin di eropa lainnya kami punya exam period sekitar satu bulanan yang tanggal nya bisa kami pilih sendiri dan bisa kami retake kalau hasilnya kurang memuaskan, yah macam remedial mungkin ya kalo di Indonesia. Anyway aku disini bukan mau cerita soal ujian karena nanti malah bikin pusing bacanya, cukup aku aja yang pusing sama ujian. Kalo kata Dilan jangan rindu, rindu itu berat. Bagi aku, ujian lebih berat dibandingkan rindu. Apalagi ujian kehidupan, haha.

Jadi beberapa waktu lalu, diawal April, setelah beberapa kali mengisi scholarship talk via wa di ppm (para pencari mimpi), sebuah komunitas untuk scholarship-hunter, mereka minta tolong diriku menjadi mentor program penulisan motivation letter untuk beasiswa, kegiatannya sekitar dua minggu. Tadinya aku berniat tidak mengiyakan karena sebentar lagi ujian dan juga aku sudah mulai sibuk merancang project untuk thesis. Tapi saat kutanyakan soal waktu pelaksanaan, mereka bilang seleksi mentee sampai akhir april, dan awal mei sudah mulai, jadi aku pikir tidak apa-apa karena akan selesai sebelum ujian dimulai. Ternyata oh ternyata, memang ya rencana dan realisasi tidak pernah selalu berakhir sama. Kita bisa berencana tapi Tuhan yang memutuskan bagaimana akhirnya. Waktu seleksi diperpanjang dan mundur sehingga program baru dimulai minggu ini, which means minggu-minggu exam period dan aku harus nyiapin materi plus tugas-tugas untuk mentee sembari aku belajar buat ujian. Okay, bagaimanapun ini sudah risiko karena aku sudah bilang bisa, jadi harus tetap dilakukan.

Ini udah mulai bikin panik ditambah kamis ini juga harus ketemu supervisor, alhamdulillahnya report rancangan thesis sudah kelar dari hari minggu. Saat begini bersyukur sisi deadlinersnya menghilang sebentar. Tapi untuk ujian belum, buktinya besok ujian, ini baru mau belajar, haha. Belum juga sudah mengiyakan membuat essay untuk PPI dalam menyambut hari lingkungan di Hongaria. Belum lagi diajak teman untuk menulis paper untuk conference di Indonesia dan lagi-lagi mengiyakan. Belum juga harus submit konten di ajarbelajar (yang memang harus di submit setiap bulan), start-up platform pendidikan di Indonesia yang diinisiasi oleh seorang teman, semacam khan academy. Dan semuanya deadline di akhir Mei. Huwaaa~ rasanya ku ingin menjadi seperti Amoeba yang bisa membelah dirinya sendiri, haha.

Dan hari ini dikontak ketua divisi, kalau ada program kerja (scholarship talk) di akhir Mei which I literally don't realize that it will happen in May. I literally remember the program will be in the end of June or July. Julio (btw ini nama kadiv-ku yang super baik hati and humble, bonus tampan, haha) bilang emang dimajuin pas rapat besar karena ada Indonesia's Day di bulan Juni. Nambah stress dong diriku. Because that is my responsibility, program kerja yang memang directly should be done by me. Detik itu juga gue meng-curse diri gue yang ignorant dan mengiyakan semua tawaran tanpa planning yang matang. Untungnya Julio bilang gapapa di mundur di awal Juni, setelah lebaran, alasanku juga supaya target audience lebih banyak karena biasanya acara dilakukan sore hari, dan target audience yang di Indo sedang sibuk ibadah tarawih (mungkin, haha). Alhamdulillah ya Kadivku pengertian. Terimakasih bapak kadivku yang baik hati, juga tampan., haha.

Bulan ini bukan cuma bulan yang berat karena exam, tapi juga karena hal-hal diatas. Tetapi one of my dear friends said, it's okay, that's good dong kamu jadi aktif dimana-mana, jadi produktif, jadi lebih bermanfaat (I'm glad that I have this kind of friend, they are the one that I hold dearly). Yes benar, siapatau ini cara Tuhan membuat diriku ini tetap bermanfaat. Dipikir-pikir iya sih, dengan begini diriku ini bisa jadi lebih bermanfaat dan reduce waktu sia-sia yang biasa aku habisin buat nonton korea, haha. Someone else pernah bilang kalau aku harus berani bilang enggak, kalau memang ga bisa dan dirasa bakal mengganggu prioritas aku, tapi aku pikir kalau selagi aku masih bisa membantu kenapa enggak. Mereka yang meminta tolong untuk mengisi program, essay dan sebagainya, pasti didatangkan oleh Allah untuk membuat diriku ini makin bermanfaat. Sama seperti orang-orang yang meminta tolong diperiksa essay atau motivation letternya, walau diriku ini hanya serpihan debu yang tidak tahu banyak hal, but I will help for correcting if someone asks me, karena saat aku apply untuk beasiswa, banyak orang yang membantu aku untuk koreksi essay, Yasmin who corrected most of them (thank you *big hug*), Rida for Stuned dan universitas di Belanda, Ellen for SISS, Mas Gibran for AAS, Miss Firda for NZAS, Mas Budi Waluyo for LPDP, Mbak Indri (She is also one of my inspiration since she's doing a loooot of activities in organizations, but can manage her study fine), Fuu (dan lainnya yang mungkin tidak kesebut, mohon maaf ya bagi yang lupa kusebutkan). Wah banyak juga ya yang aku mintain tolong buat koreksi walau akhirnya ga lolos, haha. I'm doing this also for repaying their kindness. Dan aku yakin semua yang aku lakukan akan baik untukku pada akhirnya. Semoga tetap lurus pada niat yang baik, semoga selalu diluruskan niatnya oleh Allah.

Anyway bulan ini adalah bulan Ramadhan, dimana para muslim puasa satu bulan penuh. This is my first time doing 17 hours fasting, but it turns out really okay, even with exam, report, essay and all. I had first exam in Monday, and it turned out really good, what a good start, I satisfied with myself, mungkin salah satu berkah ramadhan. Dan malam-malam ku lebih produktif dibandingkan malam-malam sebelumnya. There is always a first time and it always turns okay, so don't worry first-timer :). Dipikir lagi semua kegiatan yang aku sebut diatas ada di bulan Mei, di Bulan Ramadhan, mungkin ini salah satu cara Allah supaya Ramadhan-ku tidak diisi dengan nonton Running Man atau Drama Korea semata, haha. Jangankan mau nonton, sabtu minggu aja kepake sama ngisi scholarship talk, kuliah online, report dan lainnya. Alhamdulillah ya, mari kita syukuri saja. Semua akan ada ganjarannya, bukan dari manusia, tapi dari Allah SWT.

Untuk semua yang baca, jangan itung-itungan sama manusia, itung-itungannya langsung sama Allah aja, jadi kalau doing something, niatnya langsung ke Allah aja, jangan ke manusia ya! biar capeknya berkah, Insya Allah *talk to myself*

Terakhir, semoga setiap yang kita lakukan akan dihitung ibadah oleh Allah SWT, semoga setiap yang kita kerjakan bisa jadi timbangan pemberat pahala di akhirat kelak. Semangat ya kawan, semoga lelahmu berbuah pahala dan kebaikan! Semangat menebar ilmu dan pengalaman~ Semoga manfaat :)

Komentar

Postingan Populer