Tentang sederhananya bersyukur
Bersyukur itu ternyata sesimple itu, masih ditungguin bapak supir bis disaat masih di ujung jalan. Diajak mengobrol dengan orang asing di perjalanan seorang diri yang lumayan memakan waktu sehingga tidak terasa bosan. Bertemu teman tanpa disengaja lalu saling berpelukan serta membagi energi positif karena lama tak berjumpa. Sedang ingin sesuatu baik makanan atau barang, tiba-tiba ada teman yang memberikannya secara cuma-cuma. Ada barang yang rusak dan ada yg menawarkan untuk memperbaiki tanpa diminta pun tanpa meminta bayaran. Membeli sesuatu lalu diberikan tambahan atau diberikan diskon karena sesama muslim di negeri minoritas, Thanks to my Attire, so I didn't need to tell that I'm Moslem to someone since I'm wearing it already. Saat membawa barang berat lalu naik ke rumah yang berada di lantai 3 tanpa lift, ada lelaki baik yang membantu membawakan. Begitupula saat di stasiun, lagi-lagi ada orang-orang baik yang membantu menaik-turunkan barang, bahkan di negara yang relatif asing. Kehilangan tiket dan hampir didenda tetapi seseorang menawarkan membayarkan tiket tersebut tanpa meminta apapun. Sesederhana itu.
Kadang kerapkali merasa bingung kenapa banyak sekali orang-orang baik, justru di saat jauh dari rumah, jauh dari negara yang ditinggali selama belasan tahun. Allah memang maha baik, disaat memerlukan bantuan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik yang selalu menawarkan bantuan, sekaligus ini membuktikan bahwa kebaikan tidak pernah memandang warna kulit, ras ataupun agama seseorang. Alhamdulillah 'Ala kulli hal, Alhamdulillah for everything that happened in my life, good and bad.
Komentar
Posting Komentar