Bagaimana jika dulu aku..
Bagaimana jika dulu aku ... "
Dulu seorang senior di organisasi pernah memberikan nasihat seperti ini saat aku mengucapkan kalimat diatas "Enggak boleh bicara begitu, Risty. Mbak pernah baca kalau pikiran seperti itu, coba saja atau seandainya dulu, sebenarnya adalah celah setan untuk menggoda kita"
Yap, benar sekali. Pikiran-pikiran seperti itu hanya membuka celah untuk setan agar kita meragukan bahwa takdir Allah itu adalah yang terbaik untuk kita. Celah untuk membuat kita tidak bersyukur atas keadaan yang kita dapati sekarang. Celah untuk membuat kita merenung tentang pilihan kita, apakah pilihat itu tepat, bahkan kadang membuat kita menyesali itu semua.
Waktu tidak akan pernah bisa diputar, mesin waktu doraemon hanya ada di animasi saja. Waktu yang sudah lewat tidak bisa kita minta untuk kembali, pun dia yang sudah memutuskan untuk pergi. Yang bisa dilakukan sekarang hanyalah bersyukur dan melakukan hal terbaik dengan cara yang baik pula. Memikirkan bagaimana jika dulu memilih pilihan yang lain pun tidak akan pernah mengubah apapun, pun membawa dia kembali hadir di kehidupan kita. Hal yang kita jalani sekarang tidak akan berubah karena inilah takdir terbaik kita, begitupula orang-orang yang sekarang hadir di kehidupan kita.
Jadi jangan lagi ya mengucap "Bagaimana jika dulu aku..." Terima takdirmu dan jalani ia dengan baik. Tidak ada pilihan yang benar-benar salah, pun tidak ada pilihan yang 100% benar. Apapun pilihanmu selalu akan ada sisi baik dan buruk yang mengikuti.
Komentar
Posting Komentar