Berhenti stalking, Gimana ya?

Seorang teman menanyakan hal ini pada sesi telepon-menelepon, bagaimana cara move-on dari seseorang? bagaimana agar berhenti mengulirkan jari jemari dari feed dan instastory-nya? Bagaimana berhenti untuk berusaha mencari tahu kabarnya dan/atau berinteraksi kembali dengannya saat memutuskan untuk menjaga diri? 

Stalking, yang dapat mudah dilakukan banyak orang dengan semakin berkembangnya dunia digital. Tindak tanduk dan kegiatan seseorang dapat dengan mudah dilihat dan dibagikan di era digital sekarang ini, membuat seseorang dengan hati yang rapuh mudah 'galau' karena melihat si-dia di sosial media. Berinteraksi atas nama cinta dan menyuburkan benih-benih rasa yang tumbuh di hati dan kepala. Membuat jari-jemari menghabiskan waktu dengan mengaguminya, mungkin malah menyapanya dengan sekadar Hai. Hal yang sulit dilepaskan bila sudah terkontaminasi oleh virus merah muda ini. Hal yang sudah tidak bisa diberhentikan menggunakan hanya akal logika karena emosi amat bermain peran. Virus yang tidak pernah mengenal umur ataupun gender, namun para wanita amat rentan terkena oleh virus ini, bisa menghancurkan fokus dan pikiran, mengalahkan rasionalitas dan logika. Memang, jatuh cinta itu suatu hal yang luar biasa pengaruhnya.

Kamu yang kalah dari rasionalitas akal, atas nama cinta selalu berusaha mencari alasan atau pertemuan yang 'tak sengaja' untuk berinteraksi dengannya, melepaskan sedikit rasa yang membuncah. Begitulah perempuan, lebih bermain hati ketimbang logika, itu mengapa kata wanita dan rasional tidak cocok, terutama saat jatuh cinta.

Saranku cuma satu, ketika memikirkannya dan berkeinginan untuk mencari tahu kabarnya dengan berbagai cara yang kamu mengerti itu bukan cara yang baik, ambil al-qur'an, baik berbentuk fisik atau digital, bacalah Qur'an dan selami artinya, buat koneksi dan interaksi dengan Allah lewat Al-Qur'an. Dibandingkan menghabiskan emosi dan pikiran untuk memikirkan si-dia yang meracaukan hatimu, lebih baik kita habiskan waktu dan pikiran untuk membangun interaksi dengan Tuhan kita, yang tidak pernah mengecewakan kita walau se-mengecewakan apapun kita. Tuhan yang selalu memberi kasih dan sayang walau sebandel apapun kita dalam menuruti perintahnya.

Cinta, emosi yang terkadang meracaukan hati, menghabiskan emosi, membuat hilang fokus dan tujuan. Begitu kalau cinta ditujukan semata-mata kepada manusia, coba alihkan, belajarlah untuk mencintai Allah, belajarlah untuk melakukan sesuatu atas nama Allah. Belajarlah mencintai seseorang karena Allah.

Mengutip kata-kata yang pernah kudengar lewat drama korea, "Laki-laki yang baik tidak akan membuatmu ragu apakah dia tulus atau main-main", Jadi jangan khawatir, dia yang benar-benar serius tentangmu akan langsung menemui kamu dan keluargamu, instead of bermain-main dengan sekadar chat atau telepon denganmu. Tunggu saja keseriusan laki-laki baik yang hadir hanya untukmu seorang.

Komentar

Postingan Populer